mimpi

09 November 2009


malam tadi adalah satu malam yang aneh buat aku
merasakan keinginan untuk bertanya
ada apa pada puisi sebenarnya
bagaimanakah puisi diadili
lantaran ada yang mengatakan puisi tak ubah hanya kata2 puitis
sedang maksudnya umpama sia-sia

persetankan suara yang sering merendah-rendahkan puisi
apa mereka peduli dengan puisi sedang mereka sendiri
tak pernah menghayatinya sepertimana aku menghayatinya
mungkin dalam konteks dakwah puisi terlalu jauh
tetapi ingat pernah satu pendeta berkata
puisi kata-katanya bisa memancung lawan

aku bukanlah mahu menghasilkan puisi pedang
yang bisa menerobos jantung musuhku
apatah lagi puisi nuclear
yang bisa menjahankan israel
tapi cukuplah puisi ku berlagu di hati sesiapa
yang singgah di taman tulisan hati berbicara ini

pernah satu waktu dulu
aku menonton cerita bertajuk 100 litle of tears
dalam cerita itu aku melihat bagaimana seorang gadis cacat
yang menuliskan kata-kata dalam diari hariannya
dan apabila dia mati
kata-katanya menjadi semangat untuk orang lain

begitu juga aku
aku hanya mengharapkan agar nanti
ada yang faham dan bisa menghayati
maka terpancar emosi silap hari bulan menelan segala semangat yang aku lontarkan

aku hanya mahu kataku diadili
tanpa banyak soal

terasing dari kalian menjadikan aku istimewa~

semoga Tuhan merestuinya...



2 comments:

Siti Hasunah Mohammad said...

salam...
biar apa yang orang kata..
ingatlah..Islam juga tersebar pada zaman Rasulullah dengan syair yang didendangkan oleh Hasan bin Tsabit...yang salah satu syairnya menjadi qasidah burdah pada hari ini...

peNcaRi sInaR said...

kompilasi puisi pokok kita =0 jangan lupa print dan beri pada aku =)